Cara Setting Print Server Mikrotik: Autopsi Koneksi Printer USB Massal Anti Macet
Ruang tata usaha mendadak lumpuh. Akhir bulan, puluhan faktur penagihan (invoice) harus dicetak dan dikirim ke klien hari ini juga. Namun, mesin printer utama yang tersambung ke komputer staf A tidak bisa digunakan. Mengapa? Karena staf A sedang cuti sakit dan komputernya dikunci dengan kata sandi. Staf lain yang ingin mencetak dokumen terpaksa menyalin file ke flashdisk, memindahkannya ke komputer staf B yang memiliki printer kecil, lalu mengantre berjam jam. Produktivitas perusahaan hancur hanya karena urusan mesin cetak seharga tiga juta rupiah yang bergantung pada nyawa satu komputer induk (Sharing Printer konvensional).
Ketergantungan infrastruktur perkantoran pada topologi Host-Based Sharing adalah kebodohan sistemik. Saat komputer induk (Host) dimatikan, restart, atau terkena blue screen, seluruh staf di ruangan itu kehilangan kemampuan mencetak dokumen. Jika Anda membeli perangkat Print Server eksternal bermerek (dedicated), Anda harus membakar anggaran satu juta rupiah lebih hanya untuk alat kecil yang sering hang saat kepanasan.
Hentikan pemborosan itu. Jika di pojok ruangan Anda terdapat router Mikrotik yang memiliki colokan USB (seperti seri RB951G-2HnD atau RB750Gr3), Anda sudah memegang senjata rahasianya. Kita akan membedah operasi teknis cara setting print server mikrotik secara telanjang. Ini adalah rekayasa jaringan murni: mengubah printer USB rumahan yang bodoh menjadi mesin cetak jaringan mandiri berskala enterprise, tanpa harus membeli lisensi tambahan sepeser pun.
Standar Protokol Cetak Jaringan Global
Memaksa router jaringan untuk merangkap tugas sebagai pengendali antrean mesin cetak membutuhkan kepatuhan pada protokol peladen lokal agar spooler dokumen tidak korup di tengah jalan.
Berdasarkan dokumentasi teknis Internet Engineering Task Force (IETF) RFC 1179 tentang Line Printer Daemon Protocol, arsitektur print server virtual harus memenuhi standar berikut:
- Router bertindak sebagai Print Spooler (LPD) yang memvalidasi paket data masuk melalui port TCP 515.
- Alamat IP peladen cetak (Print Server IP) wajib berstatus statis (Static IP) untuk mencegah hilangnya jalur koneksi (offline) akibat siklus pembaruan DHCP.
- Pengolahan biner antrean dokumen difokuskan pada manajemen buffer memori agar dokumen klien tidak bertumpuk mematikan prosesor router.
Bagi kepala arsitek jaringan Anda, memahami protokol komunikasi LPD/LPR secara mendalam adalah langkah vital sebelum mengeksekusi fitur tambahan pada router utama.
Evolusi Kasar: Mengubah Printer USB Biasa Menjadi Jaringan
Mari luruskan fakta dasar. Printer yang memiliki port LAN (RJ45) atau WiFi bawaan harganya seringkali dua kali lipat lebih mahal dari printer USB standar (seperti Epson L-Series atau Canon EcoTank) dengan kualitas cetak yang sama persis. Di sinilah letak efisiensi router Mikrotik. Ia bertindak sebagai otak cangkokan.
Langkah pertamanya murni mekanis. Anda harus memastikan port USB di Mikrotik Anda memiliki daya listrik yang cukup. Ambil kabel USB bawaan printer Anda (Tipe A ke Tipe B). Tancapkan ujung kotak (Tipe B) ke printer, dan ujung pipih (Tipe A) langsung ke port USB router Mikrotik. Nyalakan printernya. Di fase ini, komputer Anda belum bisa melihat apa apa. Otak Mikrotik harus dikonfigurasi terlebih dahulu untuk menyadari keberadaan benda asing tersebut. Trik ini sangat relevan jika Anda mengelola Struktur Organisasi Tim Agile Skala Besar yang menuntut mobilitas staf lintas departemen tanpa terikat pada komputer spesifik.
Eksekusi Terminal: Setup USB Port Router Mikrotik
Buka aplikasi Winbox di laptop Anda, masuk ke router Mikrotik tujuan. Jangan mencari menu grafis yang cantik. Untuk modifikasi perangkat keras tingkat rendah seperti ini, kita harus bermain di lapisan terminal baris perintah (CLI).
Buka New Terminal. Pertama, kita periksa apakah Mikrotik secara fisik mengenali komponen printer tersebut. Ketik:
/port print
Jika sambungan kabel bagus, Anda akan melihat baris baru bertuliskan usb1 dengan status aktif. Kadang namanya bisa usb2 atau usb3 tergantung jenis router. Catat nama port tersebut. Jika namanya tidak muncul, router Anda mungkin tidak mengirimkan voltase yang cukup, atau Anda butuh kabel ekstensi USB tipe aktif.
Selanjutnya, kita kunci router ini agar secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai peladen cetak. Jika router Mikrotik Anda tidak memiliki menu Printer di tampilan System, Anda wajib mengunduh paket tambahan (Extra Packages) dari situs Mikrotik sesuai versi OS Anda, ekstrak file .npk (contoh: printer-6.48.npk), seret file itu ke menu Files di Winbox, lalu Restart router Anda.
Setelah restart, buka kembali terminal dan ketik perintah sakti ini:
/system printer add name="Printer-HRD" port=usb1 disabled=no
Selamat. Mikrotik Anda kini sudah membuka pelabuhan jaringan (Port TCP 515) dan siap menerima dokumen Word atau PDF dari seluruh penjuru kantor.

Instalasi Driver Brutal di PC Klien Windows/Mac
Di sinilah kebingungan sering terjadi. Mikrotik tidak menyimpan driver (program penggerak) printer. Mikrotik hanya bertugas sebagai tukang pos. Ia menerima dokumen dari komputer Anda, lalu meneruskannya ke kabel USB printer secara buta. Oleh karena itu, komputer klien (Windows atau Mac) TETAP harus memiliki driver printer tersebut terinstal.
Bagi Pengguna Windows:
Buka Control Panel > Devices and Printers > Add a Printer.
Pilih The printer that I want isn’t listed.
Pilih Add a printer using a TCP/IP address or hostname.
Masukkan Alamat IP Mikrotik Anda (Contoh: 192.168.1.1). Hilangkan centang pada “Query the printer”.
Ketika Windows kebingungan dan meminta tipe perangkat, ubah Device Type menjadi Custom lalu klik Settings.
Ubah protokol (Protocol) dari Raw menjadi LPR.
Di kolom Queue Name, ketik nama yang sama persis dengan yang Anda buat di Mikrotik tadi (Contoh: Printer-HRD). Centang LPR Byte Counting Enabled.
Langkah terakhir: Windows akan meminta driver. Pilih dari daftar (Epson/Canon) atau masukkan CD/unduhan resmi driver tersebut.
Bagi Pengguna macOS:
Buka System Preferences > Printers & Scanners > Klik tombol Plus (+).
Pilih tab bergambar Bola Dunia (IP).
Di kolom Address, masukkan IP Mikrotik (192.168.1.1).
Di kolom Protocol, pilih Line Printer Daemon – LPD.
Di kolom Queue, masukkan nama printer (Printer-HRD).
Di bagian Use, pilih Select Software… dan cari nama pabrikan printer Anda. Jika Anda ingin mencegah serangan internal, ini momen tepat memahami Patologi Zero Trust Network Akses Internal untuk memastikan IP printer tidak dijangkau tamu.
| Metode Berbagi Printer (Sharing) | Windows Host Sharing (Tradisional) | Mikrotik LPD Print Server (Enterprise) |
|---|---|---|
| Ketergantungan Operasional | Komputer induk (PC Host) wajib menyala 24 jam. | Murni mandiri (Stand-alone). Router aktif, printer aktif. |
| Stabilitas Jaringan Lokal | Sangat buruk. Terganggu Windows Firewall dan Antivirus PC. | Sangat kokoh. Melalui jalur khusus TCP/IP port 515. |
| Risiko Infeksi Malware/Virus | Rentan menyebar via file sharing SMB (Port 445). | Sangat aman. Mikrotik mengisolasi paket data cetak. |
| Kapasitas Antrean (Spooler) | Mencekik RAM dan CPU komputer induk staf. | Menggunakan isolasi memori buffer ringan pada router. |
Manajemen Antrean: Mencegah Spooler Mikrotik Muntah
Anda harus ingat, router Mikrotik didesain untuk merutekan paket internet, bukan untuk memproses antrean dokumen PDF bergambar warna warni seberat 100 Megabyte. Jika lima staf HRD secara bersamaan mengirim dokumen berat untuk dicetak, CPU Mikrotik bisa melonjak tajam 100%, menyebabkan kelambatan koneksi internet seluruh kantor secara instan.
Untuk mengatasinya, Anda wajib mengalihkan beban pemrosesan gambar (Rendering) ke komputer klien masing masing, bukan ke Mikrotik. Caranya? Pastikan di pengaturan lanjutan (Advanced Properties) pada printer properties di setiap komputer klien (Windows), fitur “Print directly to the printer” dinonaktifkan, dan ubah pengaturan ke “Spool print documents so program finishes printing faster”.
Lebih brutal lagi, Anda bisa mengatur di menu Processor milik Windows Print Spooler untuk menggunakan format data RAW alih alih EMF. Ini memaksa PC klien mengunyah data mentah dokumen tersebut sepenuhnya, dan hanya mengirimkan sinyal biner bersih ke peladen Mikrotik. Mikrotik hanya bertugas sebagai pipa saluran tanpa perlu berpikir keras. Jika router ini juga difungsikan sebagai portal WiFi publik, sangat krusial mengamankan alur data mengikuti taktik Setup Firewall dan Hotspot Jaringan Kritis.

Troubleshooting Horor: Saat Printer Massal Berstatus Offline
Jam 8 pagi, seluruh kantor berteriak karena printer statusnya Offline di layar Windows mereka. Padahal lampu printer menyala hijau dan kabel USB menancap erat di Mikrotik. Apa yang terjadi?
Kasus ini adalah musuh bebuyutan instalasi LPD (Line Printer Daemon). Akar masalahnya 90% disebabkan oleh Sistem Sleep Mode pada mesin printer modern. Pabrikan seperti Epson dan Canon merancang printer untuk tertidur otomatis (Deep Sleep) setelah 15 menit tidak digunakan demi menghemat listrik. Saat printer tidur, ia mematikan voltase aliran port USB-nya. Mikrotik yang mendeteksi putusnya voltase ini akan menganggap printer “dicabut” (disconnected).
Ketika staf mengirim perintah cetak (Print Job), paket data tertahan di Spooler Windows klien karena Mikrotik menolak merutekan paket ke port yang dianggap mati. Windows kemudian melabeli status printer menjadi Offline secara permanen.
Solusi teknisnya ada dua tingkat:
Pertama (Level Printer): Unduh utilitas pengaturan firmware pabrikan (misal: Epson Printer Setting Utility) lalu ubah parameter Sleep Timer atau Power Off Timer menjadi status Never (Tidak pernah mati).
Kedua (Level OS Windows): Buka jendela CMD (Command Prompt) sebagai Administrator, matikan paksa fitur penonaktifan spooler SNMP yang sering menjadi biang kerok kegagalan status LPR. Buka Port Settings printer tersebut di Control Panel, lalu hilangkan centang pada ‘SNMP Status Enabled’. SNMP adalah protokol pelaporan status yang sering bentrok dengan sistem Mikrotik lama. Begitu centang ini dihilangkan, Windows akan secara paksa menganggap printer selalu dalam keadaan siap tempur (Ready) mem-bypass verifikasi status mesin.
Sya inget bgt taun kemaren dapet telepon dari manajer logistik pabrik sepatu di area Cibitung. Dia ngomel ngomel bilang mesin printernya di gudang rusak ga bisa ngeprint resi jalan. Pas sya dateng, sya liat printernya emang nempel di colokan USB Mikrotik seri RB750Gr3. Sya tanya, “Kemaren abis ada mati lampu ga pak?” Dia ngangguk. Nah, ini penyakitnya. Pas listrik nyala lagi, router Mikrotiknya booting cepet banget cuma butuh 15 detik, tapi mesin printernya (karena cleaning head tinta dulu) butuh waktu 2 menit buat siap. Mikrotik yg udah jalan duluan gagal ngebaca port USB printernya. Alhasil, printernya nempel secara fisik tapi ghoib secara software. Solusi bodohnya? Sya cabut kabel USB nya, colok lagi. Langsung bunyi ngeprint tuh mesin. Biar ga kejadian lagi, sya bikinin script scheduler di mikrotik buat ngereset paksa (disable-enable) layanan printer di mikrotik setiap kali mikrotiknya baru nyala abis reboot. Urusan kelar. Proyek IT tuh kadang ga butuh alat mahal miliaran, cuma butuh akal akalan barbar dikit buat ngakalin mesin.
Pertanyaan Kritis Seputar Peladen Cetak Jaringan (FAQ)
Apakah satu router Mikrotik bisa menampung dua printer USB sekaligus menggunakan USB Hub bercabang?
Secara teori sistem operasi RouterOS (versi 6 ke atas) mendukung pembacaan multi-port via USB Hub aktif (yang memiliki adaptor listrik tambahan). Namun, hal ini SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN untuk skala operasional (Production Environment). Pemrosesan dua paket data biner pencetakan secara bersamaan akan memicu beban CPU router (Interrupts) yang ekstrem, berpotensi membuat router membeku (hang) dan memutus koneksi internet seluruh kantor.
Bagaimana cara mengamankan peladen cetak agar tidak sembarang orang bisa mengeprint dokumen?
Jalur LPD Mikrotik secara default terbuka untuk semua pengguna di dalam jaringan lokal (LAN). Untuk menguncinya, Anda wajib membuat Filter Rule di menu Firewall Mikrotik. Atur Chain = Input, Protocol = TCP, Dst. Port = 515 (Port printer), lalu atur aksi (Action) menjadi Drop. Kemudian, buat Rule pengecualian (Accept) tepat di atas rule Drop tersebut khusus untuk daftar alamat IP (Src. Address List) karyawan HRD atau Keuangan yang diizinkan mencetak. IP di luar daftar tersebut otomatis diblokir.
Apakah fungsi pemindai dokumen (Scanner) pada printer Multifungsi tetap bekerja jika disambung ke Mikrotik?
Tidak. Ini adalah kelemahan mutlak dari metode Print Server LPD di router komersial. Mikrotik hanya mengekstrak dan mendukung protokol percetakan searah (One-way outbound printing data). Fitur transfer data dua arah seperti fungsi memindai gambar (Scanning) atau mengirim Faximile tidak akan bisa dibaca oleh komputer klien. Anda murni hanya bisa mencetak.






