Properti

Jenis Bahan Material untuk Bangunan

Jakarta, cepatNET.com – Hal yang sudah seharusnya kalian lakukan sebelum merancang kontruksi sebuah bangunan adalah mempersiapkan bahan bangunan yang diperlukan, adapun, bahan baku untuk pengerjaan kontruksi pembangunannya sendiri tidak hanya menggunakan bahan-bahan alami saja, tetapi juga dengan menggunakan bahan yang dibuat oleh pabrik.

Bahan bangunan alami ini sedikit mendapatkan campur tangan pabrik, seperti kayu dan kaca, sementara untuk bahan dari pabrik-nya sendiri kebanyakan sudah diolah terlebih dahulu ,seperti pipa dan semen, dimana, dari masing-masing bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing.

Ada baiknya sebelum kalian merencanakan pembangunan,ketahuilah terlebih dahulu tipe-tipe bahan bangunan sesuai fungsinya, selain menambah wawasan, juga mengetahui bahan apa saja yang cocok digunakan untuk pembangunan.

  1. Batu Bata
Batu-Bata
Batu-Bata

Sudah banyak yang tahu jika batu batu berfungsi sebagai bahan baku utama untuk membuat dinding, adapun, batu bata sendiri terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah-merahan yang khas, atau biasa disebut merah bata, dan batu bata ini memiliki jenis yang bervarian.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata untuk penyusun dinding mulai menurun, dominasinya tersebut kini mulai tergantikan oleh gypsum dan bambu yang relatif memiliki harga lebih murah dibandingkan dengan batu bata itu sendiri,  meski begitu, batu bata tetap menjadi bahan bangunan yang umum digunakan karena kekuatannya.

 

  1. Semen
Semen
Semen

Bahan bangunan paling penting lainnya adalah semen, pasalnya, tanpa semen, bahan bangunan lainnya seperti batu bata, keramik, dan batako tidak akan bisa merekatkan satu sama lain, mengingat, semen juga termasuk bahan bangunan paling vital dalam pembuatan pondasi yang kokoh.

Umumnya, semen terdiri dari empat unsur pokok seperti batu kapur sebagai komponen utama, tanah liat yang mengandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, batu silica yang ditambahkan apabila tanah liat terdiri dari sedikit SiO2, dan pasir besi yang ditambahkan jika tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.

 

  1. Pasir
Pasir
Pasir

Pasir juga disebut dengan agregat halus karena butirannya yang berukuran sangat kecil, yaitu maksimal 2ml saja, adapun, jenis pasir pun juga sangat beragam, terutama di Indonesia ada banyak pasir yang dipakai dalam berbagai kebutuhan termasuk bahan bangunan.

Material bangunan pasir berfungsi untuk campuran semen, adapun, pasir yang baik biasanya memiliki bentuk butiran yang tajam karena lebih kuat untuk campuran perekat bata atau pondasi, sebagai saran, hindari memilih pasir dengan kandungan lumpur lebih dari 5%.

 

  1. Kayu
Kayu
Kayu

Kayu menjadi material bangunan yang paling umum digunakan, yang mana, kayu sendiri berasal dari pohon atau tumbuhan berserat, kayu ini sangat populer sebagai kerangka rumah, sebab, bahan bangunan kayu ini memiliki berat yang bisa disesuaikan, tetap kuat dan semakin kokoh ketika dipadatkan dengan cara vertikal.

Pada umumnya, kayu tersebut biasa digunakan sebagai penopang bagian atap rumah, zaman dahulu kayu sebagai bahan bangunan digunakan dalam bentuk gelondongan atau pohon-pohon hanya dipotong begitu saja dengan ukuran yang dibutuhkan, lalu setelah ditemukan mesin pemotong saat ini kayu semakin berkembang dan dibentuk dalam berbagai bentuk dan ukuran.

 

  1. Metal
Besi
Besi

Metal atau baja menjadi salah satu jenis bahan bangunan yang paling kuat, metal biasa digunakan sebagai kerangka kontruksi bangunan-bangunan besar, ada beragam jenis metal yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan seperti baja.

Baja adalah bahan bangunan yang kuat, fleksibel, serta tahan lama, namun sayangnya,  kekurangan dari bahan ini adalah mudah berkarat, adapun, campuran aluminium dan timah memiliki kepadatan yang rendah tetapi lebih baik dalam mencegah karat dibanding baja.

Rumah Minimalis Sederhana: Ciri-ciri dan Tipe Huniannya

  1. Pipa
Pipa-Paralon
Pipa-Paralon

Meski tidak termasuk dalam bahan bangunan yang berfungsi sebagai pembentukan atap, dinding, ataupun pondasi, pipa tetap memiliki peranan penting dalam sebuah konstruksi. Pipa ini biasa digunakan untuk menghubungkan saluran air dan saluran pembuangan.

Terbuat dari bahan yang memiliki ketahanan kuat terhadap suhu rendah maupun tinggi, pipa bisa digunakan untuk mengalirkan air dengan cukup baik. Pipa sendiri terbuat dari bahan ringan seperti carbon steel, carbon moly, ferro nikel, stainless steel, dan PVC.

 

  1. Triplek & Paku
Triiplek-dan-Paku
Triiplek-dan-Paku

Material triplek biasa digunakan sebagai penutup bagian langit-langit atau biasa disebut plafon, dengan begitu, langit-langit akan terlihat lebih rapi, kabel-kabel yang berantakan dan kerangka atap tidak akan terlihat.

Lalu apa arti penggunaan kayu dan triplek tanpa adanya paku, pasalnya, paku tersebut berfungsi untuk menyatukan kayu dan triplek, sehingga bangunan rumah menjadi lebih kuat, dan masih sering kita lihat, dari beberapa tukang yang menggunakan paku yang diikat dengan tali sebagai alat pemandu pemasangan keramik.

 

  1. Kaca
Kaca
Kaca

Kaca menjadi salah satu jenis bahan bangunan yang bisa digunakan sebagai jendela, material bening ini memang sudah digunakan sebagai pelapis pada ventilasi rumah sejak pertama ditemukan, mengingat, kaca ini juga sangat penting digunakan sebagai media sumber cahaya dari luar namun tetap melindungi bagian dalam rumah.

Secara umum, kaca terbuat dari campuran pasir dan silica sehingga sangat rapuh dan mudah pecah, namun semakin berkembangnya teknologi, kaca juga bisa menjelma menjadi semacam tirai yang mampu menutupi permukaan bangunan dan juga bisa digunakan pada atap untuk mendapatkan pemandangan langit yang cantik, seperti skylight.

 

Leave a Reply